Paket Wisata Kintamani – Salah satu alternatif objek wisata yang mungkin layak untuk dikunjungi adalah kawasan Agrowisata Kintamani Catur. Pengembangan kawasan ini sebagai agrowisata tidak hanya didukung oleh potensi alamnya, tetapi juga karena dekat dengan kawasan agrowisata lainnya di bagian utara Kabupaten Badung, yaitu Petang-Bali.
Meski hingga saat ini perkembangan kawasan ini masih mencengangkan, namun bagi para wisatawan yang mencintai alam Bali dan berbagai kehidupan sosial masyarakat desa, nampaknya kawasan ini masih layak menjadi salah satu destinasi unik dalam waktu liburan mereka di Bali.

Kawasan Agrowisata Catur Kintamani selain menawarkan keindahan alam pedesaan juga menawarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan khas daerah pegunungan Bali. Di kawasan ini, wisatawan tidak hanya bisa menikmati udara segar, mereka juga bisa melihat perkebunan kopi, jeruk dan buah-buahan lainnya.
Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan aktivitas petani mulai dari pembibitan hingga pengolahan hasil perkebunan, baik kopi maupun jeruk. Jika kedatangan mereka bertepatan dengan musim panen jeruk, maka tidak menutup kemungkinan mereka juga bisa memanen jeruk secara langsung dan mencicipi segarnya rasa jeruk kintamani.
Pengolahan kopi juga dikembangkan di kawasan ini hingga siap untuk dikonsumsi. Wisatawan yang datang bisa melihat para petani mengolah kopi dari kayu bulat hingga biji kopi yang siap dipasarkan ke luar negeri. Pemerintah Kabupaten Bangli terus berupaya mengembangkan kawasan ini sebagai kawasan wisata alternatif yang layak untuk dikunjungi. Paket Wisata Kintamani adalah pilihan yang cocok untuk Anda.
Wisata Pertanian Jeruk Kintamani
Ingin merasakan sensasi liburan yang berbeda di Bali? Tak ada salahnya mencoba wisata petik jeruk Kintamani yang semakin diminati para traveler. Jadi, tidak hanya kaya akan pesona wisata pantai, keindahan alam pegunungan Bali seperti yang ada di Kintamani juga cukup menarik.
Kelebihan Wisata Perkebunan Jeruk di Kintamani dan Harga Tiketnya
Saat berkendara ke Kintamani, Anda akan menemukan hamparan perkebunan jeruk yang sangat luas. Perkebunan ini umumnya memiliki komoditas unggulan berupa jeruk kintamani. Paket Wisata Kintamani kebun jeruk semakin diminati karena memiliki beberapa keunggulan. Ini termasuk yang berikut.
Akses Jalan Mudah
Jalan menuju lokasi wisata ini cukup baik, sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan nyaman. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan pegunungan yang sejuk dan indah.
Di Kintamani, ada beberapa agrowisata yang bisa dikunjungi wisatawan untuk merasakan suasana perkebunan. Salah satunya adalah Paket Wisata Kintamani agrowisata di Desa Catur. Perkebunan ini dikelola dengan cukup baik, sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke sana.
Hamparan Pohon Jeruk Yang Memanjakan Mata
Paket Wisata Kintamani petik jeruk memang cukup menggiurkan, apalagi jika melihat lokasi perkebunan yang memanjakan mata. Komoditas jeruk yang dimiliki daerah Kintamani memang diakui kualitasnya. Ada beberapa jenis jeruk unggul yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat Kintamani.

Anda akan menemukan banyak kebun jeruk siam di Kintamani. Jeruk yang memiliki rasa manis bercampur asam yang segar memang menjadi produk unggulan perkebunan di wilayah ini. Tidak hanya dipasarkan secara lokal, jeruk kintamani bahkan dipasarkan hingga ke pulau Jawa.
Selain jeruk siam, beberapa perkebunan di Kintamani juga mengembangkan varietas lain. Salah satunya adalah jeruk jenis Slayer. Jenis ini dinilai memiliki ciri buah yang lebih menarik dibandingkan jeruk siam karena kulitnya terlihat mulus. Uniknya, saat baru dipetik, rasa jeruk jenis ini cenderung asam, namun menjadi lebih manis setelah 3-4 hari.
Bisa Menjadi Wisata Edukasi Bagi Anak
Tak hanya sebagai tempat rekreasi, perkebunan jeruk di Kintamani ini bisa dijadikan sebagai objek wisata edukasi bagi anak-anak. Ajak anak Anda untuk belajar lebih banyak tentang cara menanam, merawat, dan memanen buah jeruk.
Sesuai dengan ciri khas masyarakat Bali yang ramah, para petani di perkebunan jeruk Kintamani ini juga murah senyum dan mudah bergaul. Wisatawan yang datang pada wisata petik jeruk Kintamani ini akan betah menyusuri deretan pohon jeruk yang tumbuh subur. Umumnya kesuburan tanaman ini ditunjang dengan pemberian pupuk organik.
Sensasi makan jeruk segar langsung dari pohonnya
Salah satu hal yang menarik dari wisata kebun jeruk di Kintamani ini adalah pengunjung dapat menikmati buah-buahan segar yang baru dipetik dari pohonnya. Banyak pengelola kebun di kawasan ini mengizinkan pengunjung untuk memetik jeruk sendiri.
Pengalaman memetik jeruk sendiri di Paket Wisata Kintamani merupakan momen spesial yang memberikan kesan tersendiri. Bandingkan dengan rasanya saat makan jeruk dari supermarket, tentu sensasinya akan berbeda. Namun, sebelum berkunjung, Anda harus memastikan bahwa perkebunan jeruk di Kintamani sedang memasuki masa panen. Umumnya puncak panen jeruk di Kintamani terjadi pada bulan Juli hingga September. Jadi, jika Anda ingin merasakan serunya memetik sendiri buah jeruk dari pohonnya, ada baiknya Anda berkunjung selama bulan-bulan tersebut.
Harga Relatif Murah
Berwisata di kebun jeruk Kintamani dengan Paket Wisata Kintamani ini tidak membutuhkan dana yang besar. Beberapa pengelola kebun menerapkan sistem penimbangan buah. Artinya, wisatawan tidak dikenakan harga tiket masuk. Jeruk yang dipetik akan ditimbang untuk menentukan berapa yang harus dibayar.
Jangan khawatir, harga jeruk manis segar ini relatif jauh lebih murah dibandingkan membelinya di kios buah atau supermarket. Bahkan, harganya bisa jadi hanya setengah dari harga di pasaran. Tentu hal ini bisa terjadi karena Anda membelinya langsung dari petaninya.
Terkadang, saat musim panen, harga jeruk turun drastis. Dari yang biasanya sekitar Rp. 10.000 per kilogram, bisa turun menjadi hanya Rp. 4.000 per kilogram. Biasanya saat harga sedang turun, petani menunda masa panen, dengan harapan harga jeruk bisa naik lagi dalam waktu dekat.